Jakarta, 12 Oktober 2025 – Dalam Rapat Kerja (Raker) Universitas Darunnajah tahun 2025, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menyoroti pentingnya strategi percepatan jabatan fungsional dosen sebagai langkah krusial dalam peningkatan mutu akademik, akreditasi institusi, dan daya tarik bagi calon mahasiswa.
Kepala Biro SDM Universitas Darunnajah, Achmad Farouq Abdullah, M.Pd.I, yang didampingi oleh Asro, M.Pd. menyampaikan bahwa jabatan fungsional dosen bukan hanya urusan administratif, tetapi merupakan indikator utama kualitas perguruan tinggi. “Kami memandang percepatan jabatan fungsional dosen sebagai salah satu motor penggerak utama dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan akreditasi, dan kepercayaan publik terhadap universitas,” tegasnya saat memaparkan roadmap SDM tahun 2025.
Dalam pemaparannya, Biro SDM menargetkan peningkatan signifikan dalam jumlah dosen yang mencapai jenjang Lektor dan Lektor Kepala pada tahun mendatang. Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi, di antaranya:
-
Pendampingan Penyusunan Dupak secara terstruktur
-
Workshop Penulisan Karya Ilmiah & Publikasi Bereputasi
-
Sistem Monitoring Jabatan Fungsional Terintegrasi
-
Kemitraan dengan LLDIKTI dan Forum Dosen
-
Pemanfaatan Reward & Recognition bagi Dosen Berprestasi
Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much. Hasan Darojat, dalam sambutannya mengapresiasi langkah konkret Biro SDM dan menegaskan bahwa jabatan fungsional merupakan bagian dari amanah profesional dosen. “Kita ingin semua dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga bertumbuh secara akademik dan memberikan kontribusi ilmiah yang berdampak. Hal ini akan memperkuat posisi kita dalam akreditasi dan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa baru,” ungkapnya.
Langkah ini juga diharapkan mampu mendorong iklim akademik yang lebih produktif, meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, dan mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) universitas, khususnya dalam aspek SDM dan reputasi akademik.
Dengan strategi ini, Universitas Darunnajah menargetkan tidak hanya peningkatan jabatan dosen secara kuantitatif, tetapi juga kualitas akademik yang berkelanjutan. Biro SDM optimis bahwa langkah-langkah ini akan menjadi fondasi penting dalam mengakselerasi transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.




