Utusan BSDM Darunnajah Menghadiri Peluncuran Sistem El-Kite

Utusan BSDM Darunnajah Menghadiri Peluncuran Sistem El-Kite Berbasis AI untuk Transformasi Layanan Dosen di LLDIKTI Wilayah III.
Ach Farouq Abdullah

Jakarta, 31 Oktober 2024 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III meresmikan sistem berbasis kecerdasan buatan, New EL-KITE, di Universitas Bina Nusantara, Kamis (31/10). Sistem ini dihadirkan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi mutakhir, sekaligus mengimplementasikan Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 terkait karier, kompetensi, dan kesejahteraan dosen serta pengelolaan sumber daya manusia di perguruan tinggi. Acara peluncuran dihadiri pimpinan LLDIKTI, pejabat universitas, pengelola dosen dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Ach Farouq Abdullah staf BSDM Universitas Darunnajah.

Rektor Universitas Bina Nusantara, Dr. Nelly S.Kom, MM, CSCA, dalam sambutannya menyatakan bahwa sistem New EL-KITE diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul. “Teknologi AI pada EL-KITE ini meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi,” ujarnya. Dr. Nelly optimis sistem ini akan mempermudah perguruan tinggi dalam berinovasi serta berkontribusi dalam pengembangan sumber daya dosen yang siap menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Dr. Joni Dawud, DEA, Analis Kebijakan Utama dari Pusat Pelatihan, Pengembangan, dan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PUSLATBANG PKASN LAN), menilai bahwa sistem New EL-KITE merupakan langkah strategis dalam meningkatkan layanan bagi dosen, khususnya dalam pengembangan karier. Menurutnya, sistem ini memberi dampak positif dalam pengelolaan dosen yang lebih berkualitas dan akuntabel, khususnya di bawah pengawasan LLDIKTI Wilayah III.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., Ph.D., Staf Ahli Kemendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, menyatakan bahwa peluncuran New EL-KITE adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadapi era digitalisasi. “Ini langkah penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi, terutama AI, sebagai alat strategis yang memperkuat kinerja LLDIKTI dan perguruan tinggi di Indonesia,” kata Prof. Adlin. Ia menambahkan bahwa sistem ini dapat mengolah data secara cepat, akurat, dan tepat, sehingga mampu mendukung monitoring serta evaluasi yang terarah dan transparan.

Sistem New EL-KITE juga dirancang untuk meminimalkan kesalahan manusia dan mempercepat proses pelaporan data. Dengan fitur analisis data mendalam, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil keputusan strategis yang lebih baik. Prof. Adlin menegaskan bahwa penerapan AI dalam sistem ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong keterbukaan informasi kepada publik.

Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., menyatakan bahwa penerapan sistem New EL-KITE adalah hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap layanan dosen yang dinilai masih perlu ditingkatkan. “Dengan mengintegrasikan sistem SIJALI 3 dan SILAT ke dalam EL-KITE, kami memastikan pelayanan dosen berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga peran kami dapat lebih berfokus pada pengawasan,” jelas Prof. Toni. Pada sistem baru ini, penerbitan SK Jabfung dan SK Inpassing dapat dilakukan dalam satu kali pengajuan, serta mempermudah monitoring skor Sinta dan indeks Scopus para dosen.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Prita Ekasari, S.T., MMSI, memberikan sosialisasi mengenai Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024, yang mengatur profesi, karier, dan kesejahteraan dosen dengan menitikberatkan pada peningkatan otonomi perguruan tinggi dalam pengelolaan dosen. Poin-poin utama yang disampaikan antara lain:

  • Pengelolaan dosen beralih ke perguruan tinggi masing-masing, sementara LLDIKTI berfokus pada pengawasan institusional.
  • Penerapan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus), dan NUP (Nomor Unik Pengajar) untuk dosen tetap maupun tidak tetap.
  • Pengelolaan karier dosen yang lebih terbuka dengan jenjang jabatan akademik yang disesuaikan tanpa persyaratan khusus untuk jabatan asisten ahli dan lektor.
  • Implementasi sistem yang mendorong otonomi perguruan tinggi dalam pengelolaan SDM dan akuntabilitas publik.

Sebagai penutup, sebanyak 11 Surat Keputusan Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik mereka. Peluncuran New EL-KITE ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi transformasi layanan pendidikan tinggi berbasis AI serta memacu kolaborasi antar sektor dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *